Diare, Gangguan Pencernaan pada Bayi yang Sering Terjadi

Gangguan pencernaan pada bayi

Organ tubuh pada bayi belum berkembang secara sempurna, termasuk juga organ pencernaan pada bayi. Kemampuan perut bayi dalam mencerna makanan tidaklah sama seperti orang dewasa. Perut bayi dalam mencerna makanan masih sangatlah lambat. Kemampuan ini masih akan terus berkembang sampai usia si bayi tumbuh dewasa. Karena inilah pencernaan si bayi rawan akan berbagai masalah. Gangguan pencernaan pada bayi  sering kali timbul akibat beberapa faktor seperti

  • Salah memberikan jenis makanan pada bayi
  • Alergi makanan dan minuman
  • Porsi makanan yang masuk ke perut bayi
  • Gangguan fungsi organ yang tidak berjalan sesuai ritmenya

Seringkali gangguan pencernaan pada bayi sulit untuk dikenali. Kondisi ini dipicu karena bayi yang belum bisa berbicara, bayi yang belum bisa merasakan gejalannya dengan baik sehingga si bayi hanya rewel saja ketika merasakannya. Dan kita sebagai orangtua sering menganggap rewelnya si bayi karena lapar atau haus.

Perlu moms ketahui bahwa gangguan pencernaan pada bayi tidak terbatas hanya perut kembung saja. Akan tetapi muntah, sembelit juga termasuk dalam gangguan pencernaan pada bayi, tak terkecuali diare. Diare menjadi salah satu gangguan pencernaan pada bayi yang sering terjadi dan bahkan menjadi penyebab kematian si bayi. Menurut survey, 30 % dari bayi yang berumur 29 hari – 11 bulan meninggal akibat diare. Duh, mengkhawatirkan ya moms?

Diare pada bayi seringkali disebabkan oleh infeksi usus karena adanya bakteri atau virus dalam usus bayi. Ini bisa terjadi ketika si bayi menyentuh benda yang tidak terjamin kebersihannya yang kemudian dimasukan ke mulutnya. Alergi obat atau makanan bisa juga menyebabkan bayi diare, karena fungsi pencernaan yang belum berkembang sempurna sehingga perut bayi tidak dapat menahan atau menerima dengan baik kandungan obat atau makanan yang dia makan. Diare juga bisa disebabkan karena keracunan makanan, misalnya makanan yang mengandung merkuri atau makanan yang sudah basi. Seringnya mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu seperti jus atau susu formula juga bisa menyebabkan bayi diare. Moms, susu formula sebaiknya diberikan dalam waktu 2 jam jika sudah lebih dari itu moms harus menggantinya dengan susu formula yang baru.

Diare, menjadi gangguan pencernaan pada bayi yang sering ditandai dengan gejala

  • Muntah – muntah
  • Demam
  • Sering kentut dan perut mengeluarkan bunyi
  • Tubuh lesu dan kurang air
  • Keluar keringat dingin
  • Tinja encer dan berwarna hitam kemerah-merahan
  • Frekuensi BAB lebih dari 3x dalam sehari

Pertolongan pertama apa yang bisa dilakukan saat si bayi diare? Simak ya moms..

  • Menghentikan pemberian susu formula untuk si bayi
  • Berikan ASI ekslusif untuk nutrisinya
  • Berikan cairan garam sebagai pengganti cairan tubuhnya yang sudah banyak hilang.
  • Selalu cuci tangan bayi secara rutin saat setelah bermain.
  • Memastikan semua benda-benda yang bayi pegang dalam keadaan yang bersih
  • Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang benar.

Intinya, kebersihan dan pemilihan makanan yang tepat untuk bayi sangat penting untuk kesehatan si bayi terutama untuk pencernaan bayi. Selalu waspadai gejala apapun yang muncul pada si bayi. jadilah moms yang peka terhadap kesehatan si bayi, jangan sampai terlambat dalam melakukan penanganan. Yang terpenting jangan sepelekan segala penyakit seperti gangguan pencernaan pada bayi ini ya moms…..