Moms, mana yang benar bayi duduk atau merangkak dulu?

bayi duduk atau merangkak dulu

Pertanyaan ini lah yang sering menjadi awal kegelisahan orang tua. Bagi sebagian moms mungkin tidak terlalu ambil pusing dengan tahapan perkembangan si bayi mereka. Bagi mereka si bayi bisa tumbuh dengan sehat dan baik saja sudah cukup. Tetapi, beda halnya dengan para moms yang sangat memperhatikan detail tahapan perkembangan si bayi. Perkembangan bayi itu meliputi perkembangan motorik, kognitif, sosial dan emosi. Nah, duduk dan merangkak ini merupakan salah satu tahapan perkembangan motorik bayi. Ada bayi yang perkembangan motoriknya diawali dengan bayi duduk dulu baru merangkak, ada juga bayi merangkak baru dia bisa duduk tegap. Tapi tak sedikit juga bayi yang bisa duduk dan merangkak secara bersamaan. Ada juga lho moms yang bayinya tidak melalui tahapan merangkak, dari duduk langsung berdiri dan jalan. Duh, semakin bingung ya moms? Agar moms tidak bingung antara bayi duduk atau merangkak dulu, ini ada pembahasannya moms, tapi sebelum itu simak dulu yuk moms tahapan perkembangan motorik si bayi.

Tahapan perkembangan motorik bayi

  1. Lahir – 3 bulan

Saat bayi lahir memang perkembangan motoriknya belum terlalu terlihat. Perkembangan motorik di tahap ini biasanya hanya berupa gerakan reflek seperti: reflek hisap, reflek genggam, reflek kepala yaitu bayi menoleh ke satu sisi dan sisi lain, dan juga reflek rooting. Gerakan reflek rooting terjadi saat pipi bayi disentuh sehingga kepala bayi menoleh ke arah yang dirangsang dan membuka mulut.

  1. Usia 3 – 4 bulan

Di usia ini gerakan reflek mulai menghilang dan berganti dengan gerakan motorik kasar sederhana. Pada usia ini si bayi sudah mampu menegakan kepala, bayi sudah bisa didudukan. Meningkat pada usia 4 bulan bayi akan tengkurap dan telentang. Badan mencoba diangkat dan menumbu pada kaki untuk selanjutnya belajar duduk.

  1. Usia 5 – 6 bulan

Di bulan ke 5, otot tangannya sudah kuat untuk bekerja sehingga ia dapat mendorong barang yang ada didepannya, bisa berputar dengan tangan dan berguling dan mencoba untuk duduk walaupun belum bisa tegak. Nah di usaianya yang ke 6, si bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan atau pegangan.

  1. Usia 7 – 8 bulan

Pada usia ini, otot tangan dan kaki sudah berfungsi dengan kuat walaupun belum sempurna kuat. Saat si bayi dalam keadaan tengkurap, bayi akan berusaha mendorong tubuhnya keatas dengan bantuan tangan dan kakinya dan menggoyang-goyangkan badan untuk siap-siap merangkak. Pada bulan ke 8, bayi sudah mampu untuk merangkak dan mengesot di lantai. Tahap merangkak merupakan tahapan yang istimewa karena pada tahap ini bayi melatih otak kanan kirinya atau dikenal dengan istilah masa charger otak kanan dan kiri. Jika bayi dapat melewati masa ini dengan baik maka konsepsi dan kematangan gerak akan lebih baik, mempermudah berganti ke tahap selanjutnya dengan cepat. Apabila si bayi mengalami masa merangkak yang lebih panjang misal sampai usia 11 bulan, tidak menjadi masalah tetapi moms perlu memberikan latihan-latihan khusus untuk mendukung kematangan gerakannya.

  1. Usia 9 – 12 bulan

Pada usia ini si bayi dari mulai merangkak yang kemudian duduk tanpa bantuan dan akan berusaha untuk berdiri dengan menggunakan tumpuan kaki dan otot lengannya. Di usia 11 bulan si bayi sudah mulai berdiri dengan bantuan dan mencoba untuk berjalan sejangkah sampai dua jangkah. Pas diusianya yang ke 12, si bayi sudah mulai bisa berjalan tanpa bantuan walaupun masih liur.

Sudah membuka pemikiran moms belum? Ya memang secara tahapan yang benar, perkembangan motorik bayi itu duduk dulu baru merangkak. Tetapi, baik bayi duduk atau merangkak dulu itu bukanlah hal yang menjadi masalah karena si bayi sama-sama melaluinya. Yang menjadi poin adalah moms tahu tahapan perkembangan si bayi sehingga bisa menjadi pedoman dalam melihat perkembangan bayi.  Jika moms merasa terjadi keterlambatan perkembangan, segeralah konsultasi dengan dokter anak atau psikolog perkembangan anak untuk tahu kondisi dan penanganannya.