Umur berapa anak mulai sekolah PAUD?

Umur berapa anak mulai sekolah PAUD

Pendidikan merupakan hal penting untuk anak demi perkembangan fungsi otak dan IQ anak. Dengan mengenyam pendidikan anak dapat belajar mengembangkan skill, bakat, pengetahuan, dan juga intelektualnya. Anak pintar menjadi dambaan bagi setiap orang tua. Siapa juga yang tidak menginginkan anaknya menjadi pintar. Sekarang anak bisa dititipkan di tempat penitipan anak yang juga digunakan sebagai sarana edukasi untuk anak. Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD menjadi salah satu tempat pendidikan yang sekarang ini banyak diminati. Para orangtua berbondong-bondong menyekolahkan anaknya di PAUD. Terlebih untuk para orang tua yang padat aktivitasnya atau untuk moms yang berkarir alih-alih menitipkan anak, tetapi juga menyekolahkan anak untuk mendapatkan pendidikan. Menurut moms, apa saja yang mendasari orang tua menyekolahkan anakanya di PAUD?

  • Moms yang terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk mendidik anak.
  • Saat moms pergi dan yang jaga anak di rumah hanya pengasuh, jadi moms lebih memilih untuk menitipkan anak ke PAUD karena lebih aman.
  • Moms tidak tahu bagaimana cara untuk mendidik anak sesuai usianya.
  • Ketidakpahaman moms terhadap tahapan perkembangan yang dilalui anak. Sehingga tidak tahu anak tumbuh secara normal atau tidak.
  • Kurang tahu pola atau cara menstimulasi anak secara benar.
  • Lingkungan rumah dan sekitarnya yang kurang mendukung untuk proses pembelajaran dan pendidikan anak.

Apasih yang didapat ketika kita menyekolahkan anak di PAUD? namanya juga pendidikan anak usia dini, jadi disana anak akan lebih banyak didik  untuk mengembangkan area kognitif dan emosinya. Tak lupa aspek sosial juga diajarkan di PAUD, bagaimana cara bersosialisasi dengan teman sebaya dan guru-gurunya, sikap yang seperti apa dalam menghadapi beberapa kasus-kasus di lingkungan sekitar dan juga sikap mandirinya yang harus jauh dengan orang tua.  Dari segi kognitif cara anak menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

Konsep PAUD waktu dulu, hanya sebatas sekolah bermain sambil belajar untuk anak saja, itu pun waktunya maksimal 3 jam saja. Seiring perubahan dan berkembangnya teknologi, PAUD modern seperti sekarang ini terbagi dalam beberapa model, diantaranya adalah PAUD dengan lebih mengedepankan pembelajaran agama, PAUD dengan program fullday, dan PAUD minat dan bakat.

Dalam memilih PAUD yang akan anak masuki moms perlu memperhatikan beberapa aspek berikut

  • Program yang seperti apa yang diinginkan, misalnya bertaraf nasional, internasional, berbasis agama, sekolah alam, minat dan bakat, atau lainnya.
  • Survey dan pahami dulu sekolahnya. Sebelum memantapkan pilihan, moms perlu melakukan survey sekolah yang akan dimasuki anak. Bisa dilakukan dengan searching melalui internet, lihat dan tanya-tanya langsung ke sekolah atau bisa langsung dengan pengalaman orang yang sudah memasukan anaknya kesana. Biasanya, moms sering mendapat rekomendasi dari teman untuk sekolah dengan kriteria-kriteria sendiri.
  • Waktu pembelajaran, moms menginginkan anak belajar disekolah itu hanya beberapa jam saja atau langsung sehari penuh. Alangkah lebih baiknya menyekolahkan anak untuk beberapa jam saja agar moms bisa secara langsung menatau juga pendidikan anak.
  • Jarak PAUD dari rumah atau tempat kerja. Pilihlah jarak sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah atau tempat moms kerja, sehingga jika sewaktu-waktu ada hal tentang anak moms bisa dengan cepat kesana.
  • Sesuaikan dengan budget. Pilihlah sekolah yang sesuai dengan budget pendidikan anak

Selain kelima poin ini, hal penting yang perlu diperhatikan adalah kemauan anak untuk sekolah dan kenyamanan anak saat nantinya sekolah di tempat itu. Moms sangat perlu untuk melibatkan anak dalam pemilihan sekolahnya.

Bicara tentang umur berapa anak mulai sekolah PAUD? ada banyak versi yang mengatakannya. Beberapa orang tua berpendapat anak bisa mulai masuk PAUD pada usia 2,5 tahun. Tetapi tak sedikit moms yang memasukan anaknya ke PAUD saat mulai umur 2 tahun. Agar tidak banyak yang berspekulasi, yuk kita intip saja melalui UU Permendiknas No. 146. Dalam undang-undang tersebut menyatakan bahwa anak bisa memulai dimasukan pendidikan TK atau pendidikan anak usia dini PAUD minimal usia 4 tahun. Tapi moms, ini tidak bisa menjadi patokan dalam memasukan anak ke PAUD. Bisa jadi diusianya yang sudah 4 tahun, anak belum siap untuk sekolah dan bisa jadi juga waktu umur 2 tahun anak sudah mampu untuk diikutkan ke PAUD. Lalu, bagaimana kita mengetahui kesiapan anak kita bisa masuk PAUD?

Ini moms, tanda-tanda anak sudah mampu dan siap untuk masuk PAUD

  1. Anak suka bertanya banyak hal
  2. Anak suka melihat dan ingin pergi ke sekolah seperti teman atau kakakanya
  3. Anak sudah bisa menulis dengan baik walaupun hanya coret-coretan
  4. Anak sudah mulai aktif bersosialisasi dengan teman sebayanya
  5. Anak meminta orang tua membelikan dia tas, baju sekolah
  6. Anak suka bermain sekolah-sekolahan
  7. Sudah lulus toilet training
  8. Cukup mandiri untuk ditinggal
  9. Sudah bisa mengikuti instruksi sederhana, seperti merapikan tempat tidur dan mainan, makan sendiri dan mengambil barang.
  10. Sudah cukup mempunyai kosa kata.

Jika sebelum usia 4 tahun itu anak sudah menunjukan tanda-tanda siap sekolah, maka tidak ada salahnya moms mulai memasukan anak ke PAUD.

Tetapi bagaimana sebaliknya? Diusia anak yang ke 4 tahun atau bahkan lebih anak belum mau sekolah dan masih nempel dengan orangtua?

Ini yang perlu moms lakukan :

  1. Ajaklah anak sering main ke sekolah PAUD untuk melihat anak-anak lain sekolah. Ini dilakukan agar anak tertarik dan termotivasi untuk sekolah. Selain itu, ini juga sebagai sarana mengenalkan sekolah ke anak.
  2. Secara bertahap latih kemandiriannya. Misalnya dengan kadang membiarkan anak melakukan kerjaannya sendiri.
  3. Ajari anak untuk menggambar, bernyanyi dan melakukan aktivitas sekolah di rumah dan selipkan ajakan untuk sekolah ke anak.
  4. Ajak anak ngobrol bersama berpendapat tentang sekolah yang kemudian ajak anak untuk mau masuk sekolah.
  5. Mintalah bantuan kepada teman sebaya anak untuk mengajaknya sekolah.

Dari semua itu, hal yang penting untuk moms perhatikan adalah moms tidak boleh memaksakan kehendak agar anak mengikuti kemauan moms. Misalnya, anak memang sudah siap sekolah tetapi dia tidak mau untuk dimasukan ke PAUD atau PAUD yang moms pilihkan tidak sesuai dengan keinginan anak. Selalu sesuaikan dengan keinginan anak, karena semuanya tetap yang akan menjalani adalah anak itu sendiri. Kita sebagai orang tua hanya berkewajiban untuk memfasilitasi dan mendidik agar anak bisa berkembang secara optimal. Jadi moms jangan terus bergantung dengan sekolah ya… Pada dasarnya pendidikan yang paling utama dan baik adalah pendidikan yang diberikan orang tua langsung pada anaknya sewaktu di rumah. Karena orang tua menjadi role model terbaik bagi anak saat pembelajarannya. Apalagi untuk anak yang masih masa balita, masa keemasannya.